Kamu Sehat? Normal? Tapi tidak mau bekerja? Coba baca deh

gambar hanya pemanis (google source)
Ia berjuang untuk sesuap nasi untuk anak dan istrinya , selalu bersyukur dan berusaha dengan segala keadan adalah hal yang saya kagumi dari belau, Namun Allah sangat sayang kepadanya , hingga Allah mengambil pemberianya untuk menegurnya.
Namanya adalah pak sholeh, beliau
sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan,kadang bila ada tetangga yang
mengalami masalah listrik,ia sesekali di panggil untuk membetulkanya,karna beliau mengerti sedikit tentang kelistrikan.
Pak sholeh dikenal sebagai pribadi
yang ramah, rajin beribadah dan tidak segan-segan membantu orang lain walau ia
sendiri sebenarnya serba kekurangan, Kadang pak sholeh tidak mau menerima upah ketika membenarkan listrik.
Pak sholeh memiliki 2 anak, lelaki
dan perempuan. Istrinya sering sakit-sakitan karna memang menderita asam urat tinggi dan terkadang tidak
dapat bekerja, Ibu minah namanya. Bu minah biasa berjualan sayur
keliling, Pagi dan sore.
Sore itu hujan cukup deras di
sertai angin, bu warti tetangga pak sholeh datang kerumah, ia meminta tolong
untuk membetulkan kabel lampu jalan yang putus terkena angin. Pak sholeh segera
bergegas setelah ia berpamitan kepada istrinya. Sore itu tanpa tanda apapun
kejadian itu berlangsung.
Malam itu, ketika pak sholeh
bangun ia sudah berasa di UGD rumah sakit istrinya menangis dan ada
beberapa tetangga serta bu warti menatap sendu kepada pak sholeh.
Pak sholeh harus menerima
kenyataan bahwa kedua kakinya harus di amputasi , ini karena hujan angin membuat
batang pohon di sebelah rumah bu warti tumbang dan menimpa
teras rumah bu warti,pak sholeh tidak
sempat menghindar, hingga ia tertipa reruntuhan bangunan teras.
Sungguh cobaan yang luar biasa
bagi pak sholeh kala itu, Cobaan tidak hanya sampai di sana, tidak selang beberapa lama istri pak sholeh kambuh Asam Urat dan susah berjalan,
sehingga bu minah tidak berjualan dan pemasukan tidak ada.
Anak-anaknya masih kecil dan sebentar
lagi harus bersekolah,biaya hidup selama pak sholeh sakit telah menghabiskan
tabunganya, membawa istrinya berobatpun pak sholeh tidak mampu,ia terpaksa meminjam
kepada tetangganya.
2 bulan pemulihan ,pak sholeh hanya
bergantung kepada istrinya , walau masih belum mampu berjualan karna tidak ada
modal tapi setelah sembuh, bu minah melakukan berbagai pekerjaan demi
mendapatkan pemasukan untuk anak dan suaminya.
saat itu walau uang habis sama sekali,hidup serba pas-pasan,
penghasilan bu minah hanya cukup untuk makan, tapi pak sholeh dan keluarga
tidak pernah mengeluh, mereka bersyukur, tetap berdoa dan berusaha.
Pak sholeh mulai pulih , ia mulai
mencari pengasilan dengan membuat gorengan yang nanti ia jual di dekat stasiun kereta.
Pak sholeh berjualan dengan bantuan kursi roda
bekas, pemberian tetangganya untuk ia gunakan ke stasiun. Sedikit demi
sedikit pak soleh mulai mendapat pemasukan. Ia bersyukur dari segala
kekuranganya ia masih dapat membantu mencari nafkah untuk anak dan istrinya.
Pak sholeh ingin anaknya dapat
sekolah dan istrinya tidak perlu bekerja, ia kasihan kepada bu minah bila asam
uratnya kambuh, ia selalu berdoa semoga ia diberi kesehatan dan jalan agar
dapat menghidupi anak dan istrinya. Ia bercita-cita agar anaknya dapat sekolah
hingga bangku kuliah.
Berharap anaknya mendapatkan
nasib jauh lebih baik di bandingkan orang tuanya. Untuk itu pak soleh sangat
bersyukur bahwa Allah hanya mengambil kakinya, ia tidak pernah berfikir ingin meminta-minta walau sesuhan apapun hidupnya.
Ia justru memiliki pemikiran, selama ia masih di beri kesehatan dan selama ia mampu ia juga ingin dapat bermanfaat bagi orang lain.
Jadi kalau menurut saya selama kita masih di beri kesehatan dan kehidupan, semua pasti ada jalanya tinggal kita yang mau menjalaninya atau tidak, contoh saja Pak Sholeh dengan impian sederhananya agar anaknya dapat kuliah, ia terus berusaha dengan segala keterbatasan fisik dan kekuranganya.
Lalu kita yang sehat, apa gak malu? kalau hanya bergantung pada orang lain dan tidak ingin bekerja?
Semoga Bermanfaat :)
Komentar
Posting Komentar